Highlighter Stick: Rahasia Glow Alami, Praktis, dan Tahan Lama dalam Dunia Makeup Modern

Highlighter Stick

JAKARTA, autonomicmaterials.com – Ada sebuah momen kecil yang sering saya ingat setiap kali membahas highlighter stick. Waktu itu, di sebuah backstage acara fashion lokal, seorang MUA muda terlihat panik karena modelnya tampak “kurang hidup” di bawah cahaya panggung. Ia lalu mengambil sebuah highlighter stick mungil dari kantong apron hitamnya, menggoreskan sedikit di tulang pipi, batang hidung, dan sudut mata, lalu membaurkannya dengan jari. Hasilnya langsung berbeda. Wajah sang model tampak segar, hidup, dan memantulkan cahaya dengan cara yang sangat natural.

Itu barangkali menjadi pemandangan yang sering juga terjadi di rumah banyak orang. Highlighter stick kini bukan sekadar produk pelengkap, tetapi menjadi bagian dari rutinitas makeup modern yang ringkas. Benda kecil ini mampu menghadirkan kesan “glow from within” yang dicari banyak orang—entah itu untuk tampil flawless di foto, tampil lebih fresh saat bekerja, atau sekadar ingin merasa lebih percaya diri.

Dalam dunia beauty yang bergerak cepat, highlighter stick berada di posisi yang cukup unik. Ia bukan produk baru, tetapi popularitasnya naik kembali seiring budaya makeup yang lebih clean, lebih minimalis, dan lebih menonjolkan versi terbaik dari kulit kita. Penggunaannya yang praktis menjadikannya favorit siapa pun, dari pemula hingga profesional.

Dan menariknya, highlighter stick tidak hanya soal efek glow. Ia juga mencerminkan cara perempuan dan laki-laki merawat diri dalam konteks modern: lebih simpel, lebih efisien, tapi tetap ingin tampil maksimal. Highlighter stick hadir untuk memenuhi kebutuhan itu.

Tekstur, Warna, dan Formula: Mengapa Highlighter Stick Begitu Digemari?

Highlighter Stick

Ketika membicarakan highlighter stick, yang paling mencolok tentu teksturnya. Tidak seperti highlighter powder yang kadang terlihat terlalu “berdebunya”, atau highlighter cair yang bisa sedikit tricky untuk dibaurkan, versi stick menawarkan keseimbangan. Teksturnya creamy, mudah diaplikasikan, dan mampu menyatu dengan kulit dengan sangat halus.

Beberapa brand bahkan membuat formula hybrid antara balm dan cair yang memberi efek dewy tanpa terlihat berminyak. Ini cocok untuk orang dengan tipe kulit normal hingga kering. Sedangkan untuk kulit berminyak, ada formula yang lebih matte namun tetap memberikan refleksi cahaya yang elegan.

Pemilihan warna highlighter stick biasanya terbagi menjadi tiga kategori umum: champagne, gold, dan pinkish-pearl. Champagne adalah warna yang paling universal. Gold sering dipilih oleh pemilik kulit sawo matang atau olive skin karena memberikan efek hangat yang menyatu dengan undertone mereka. Sementara pinkish-pearl cocok untuk tampilan lebih fresh, seperti efek kulit sehat setelah olahraga ringan.

Saya pernah bertemu seorang beauty enthusiast yang mengaku bahwa highlighter stick yang ia pakai memberikan efek kepercayaan diri yang tidak ia duga sebelumnya. “Setiap kali saya aplikasikan sedikit di tulang pipi, rasanya seperti menghidupkan mood saya,” katanya sambil tertawa. “Padahal cuma produk kecil.”

Dan itu bagian dari kekuatan highlighter stick. Produk ini bekerja tidak hanya secara visual, tetapi juga psikologis. Ada rasa puas ketika cahaya mengenai tulang pipi dengan cara yang tepat. Saat kamera menangkap pantulan halus itu, kita merasa kulit kita lebih sehat, lebih “hidup”.

Mungkin karena alasan inilah banyak orang kembali ke produk ini setelah mencobanya sekali. Selain mudah diratakan dengan jari—bahkan tanpa cermin—highlighter stick mampu bekerja pada berbagai jenis tampilan makeup: natural, editorial, dewy, hingga glam.

Teknik Penggunaan Agar Glow Terlihat Natural, Bukan Minyak

Banyak orang punya pengalaman kurang menyenangkan ketika pertama kali memakai highlighter. Alih-alih glowing, kulit malah terlihat berminyak atau seperti sedang berkeringat. Padahal, rahasia utamanya terletak pada intensitas dan penempatan produk.

Highlighter stick idealnya diaplikasikan pada titik-titik yang secara alami terkena cahaya: tulang pipi, batang hidung, cupid’s bow, dagu, dan sedikit pada sudut dalam mata. Beberapa MUA juga senang menambahkan sedikit di atas alis untuk memberi efek wajah lebih “terangkat”.

Ada kesalahan kecil yang sering terjadi: menggeser stick langsung ke kulit. Meskipun ini cara yang paling cepat, gesekan bisa mengangkat foundation atau membuat blush di bawahnya bergeser. Cara yang lebih aman bagi pemula adalah mengambil produk dengan jari, menghangatkannya, lalu menepuk perlahan ke area yang diinginkan. Ini membuat hasil akhir lebih seamless.

Untuk tampilan foto, teknik strobing sering digunakan. Itu adalah teknik mengandalkan highlighter sebagai pusat pencahayaan wajah. Bedanya dengan contour adalah teknik strobing menonjolkan titik cahaya tanpa bayangan yang terlalu kontras.

Saya pernah mencoba teknik ini untuk seorang teman yang sedang ingin foto portrait casual. Hanya dengan highlighter stick—serius, hanya itu—hasil foto terlihat jauh lebih profesional. Cahaya alami dari jendela memantul di tulang pipinya dengan indah, dan teman saya berkata, “Wow, aku tidak pernah melihat kulitku sebagus itu.”

Teknik lainnya yang kini populer adalah menjadikan highlighter stick sebagai base glow di bawah foundation. Caranya adalah menggores sedikit produk di tulang pipi sebelum foundation diaplikasikan dengan sponge. Hasilnya glowing yang lebih soft dan menyatu seolah berasal dari kulit asli.

Tidak semua teknik cocok untuk semua orang. Namun highlighter stick memang memberi fleksibilitas besar. Itu alasan lain mengapa produk ini selalu masuk tas makeup banyak orang.

Mencari Highlighter Stick Terbaik: Apa yang Harus Dipertimbangkan?

Dengan semakin banyaknya brand yang menawarkan highlighter stick, memilih produk terbaik bisa menjadi perjalanan tersendiri. Bukan sekadar soal harga atau popularitas, tapi juga bagaimana kulit kita merespons formula tertentu.

Orang dengan kulit berminyak sering menganggap produk creamy akan membuat tampilan semakin greasy. Padahal sekarang banyak formula non-oily yang justru cocok untuk kulit berminyak. Mereka memberikan glow yang terkontrol dan tidak membuat pori-pori tampak besar.

Kulit kering bisa memilih formula yang lebih hydrating, yang mengandung squalane atau bahan-bahan pelembap ringan lainnya. Formula seperti ini membantu kulit tidak terlihat flaky di area tulang pipi.

Ada pula faktor undertone. Pemilik cool undertone biasanya tampak lebih cocok dengan highlighter berwarna pink champagne. Sementara warm undertone lebih pas dengan gold. Neutral undertone cenderung cocok dengan semuanya, tetapi champagne adalah pilihan paling aman.

Satu hal yang jarang dibicarakan namun penting adalah ukuran partikel shimmer. Highlighter dengan shimmer besar akan menghasilkan efek glam, sedangkan shimmer mikro memberi efek natural. Banyak orang mengira shimmer besar lebih “wow”, padahal justru terlihat terlalu mencolok untuk pemakaian harian.

Saya pernah mencoba dua highlighter stick berbeda pada dua orang teman. Yang satu shimmer besar, yang satu shimmer mikro. Pada cahaya indoor, shimmer besar langsung tampak seperti kilau glitter, sedangkan shimmer mikro memberikan efek glowing yang elegan. Teman saya bahkan tidak sadar bahwa area wajahnya sedang dipulas highlighter.

Produk-produk baru sekarang juga memiliki varian holographic atau duo-chrome, cocok untuk tampilan editorial atau eksperimen makeup. Namun untuk penggunaan sehari-hari, warna netral jauh lebih mudah diatur.

Sebelum membeli, banyak orang mencoba produk di punggung tangan. Namun itu bukan gambaran terbaik, karena tekstur kulit wajah berbeda. Lebih baik coba sedikit di tulang pipi atau batang hidung jika memungkinkan. Pantulan cahaya di wajah akan memberi gambaran yang lebih akurat.

Cara Merawat Highlighter Stick Agar Tetap Higienis dan Tahan Lama

Karena bentuknya stick dan sering disentuh dengan jari, highlighter stick mudah kotor jika tidak dirawat. Menjaga higienitas produk tidak hanya membuatnya awet lebih lama, tetapi juga menjaga kulit dari iritasi.

Sebaiknya selalu simpan produk di tempat sejuk, jangan di dashboard mobil atau dekat sumber panas. Formula creamy bisa meleleh dan merusak tekstur. Saya pernah punya highlighter stick yang meleleh karena lupa ditinggal di tas saat pergi ke pantai. Teksturnya tidak rusak total, tetapi hasilnya tidak sebagus sebelumnya.

Bersihkan ujung stick menggunakan tisu alkohol sesekali, terutama jika produk sering dipakai di wajah saat kulit sedang bermasalah atau dipakai bersama orang lain.

Jika menggunakan jari untuk mengambil produk, pastikan tangan bersih. Bukan hanya untuk produk, tetapi juga untuk kesehatan kulit.

Satu hal lagi yang penting: selalu tutup stick dengan rapat. Udara bisa membuat permukaan produk mengering atau memunculkan grainy texture. Ini sering menjadi penyebab shimmer tidak bekerja dengan baik.

Temukan Informasi Lengkapnya Tentang: Beauty

Baca Juga Artikel Berikut: Eye Serum Patch: Rahasia Mata Segar, Kulit Halus, dan Perawatan Anti-Leleh untuk Gen Z dan Milenial

Author